Struktur Algoritma


Struktur Algoritma

Ada tiga struktur Algoritma :

  1. Struktur Sekuensial (Runtunan)

  2. Struktur Seleksi (Pemilihan)

  3. Struktur Repetition(Pengulangan)

1. Struktur Sekuensial (Runtunan) :

Pada struktur sekuensial instruksi dikerjakan secara berurutan baris perbaris mulai dari baris pertama hingga baris terakhir, tanpa ada loncatan atau perulangan.

Contoh 1 :

Diagram alur langkah-langkah menghidupkan komputer dengan menggunakan sistem operasi berbasis GUI. Diagram alurnya sebagai berikut.

str_sekuential_o1

 

Contoh 2: Diagram Alur Menghitung nilai variabel C dari nilai variabel A ditambah variabel B.

str_sekuential_o2

2. Struktur Seleksi (Pemilihan)

Struktur seleksi adalah instruksi yang dipakai untuk memilih satu perintah dari beberapa kemungkinan perintah berdasarkan suatu syarat.

Bentuk-1 :

str_seleksi_01

Contoh :

Diagram alur untuk menjumlahkan jam (modulo 12), variabel A dan Variabel B adalah bilangan bulat lebih kecil atau sama dengan 12. Variable JAM adalah hasil dari penambahan variabel A dan variabel B.

Misalnyas :

A = 5

B = 5

JAM = A + B = 5 + 5 = 10

A = 5

B = 10

JAM = A + B = 5 + 10 = 3

str_seleksi_02

 

Bentuk ke-2

Dari pemilihan Apabila syarat dipenuhi maka Perintah-1 dilaksanakan bila syarat tidak dipenuhi maka Perintah-2 yang dilaksanakan.

str_seleksi_03

Contoh:

Diagram alur untuk menentukan apakah suatu bilangan bulat merupakan bilangan genap atau ganjil.

Kita dapat menggunakan fungsi INT (Integer) = bilangan bulat, misalnya

INT(2) = 2

INT(2,3) = 2

INT(2,5) = 2

INT(2,8) = 2

INT(5/2) = 2

Jadi kalau

INT (5/2) = 2 dan 5/2 = 2,5 maka INT(5/2) tidak sama dengan 5/2, 5 adalah Ganjil.

INT (4/2) = 2 dan 4/2 = 2 maka INT(4/2) sama dengan 4/2, 4 adalah Ganjil.

str_seleksi_04

3. Struktur Repetition(Pengulangan)

Perulangan adalah instruksi yang dapat mengulang sederetan Instruksi secara berulang-ulang sesuai persyaratan yang ditetapkan.

Bentuk Pengulangan 1 :

str_ulang_01

Dari gambar di atas, jika variabel awal = 1 dan akhir = 4, maka instruksi akan dikerjakan sebanyak 4 kali, karena perulangan dimulai dari 1 sampai 4.

Contoh :

Buatlah diagram alur (flowchat) untuk mencetak no urut dari 1 sampai 10.

 

 

str_ulang_02

Bentuk Pengulangan 2:

str_ulang_03

Dari bentuk pengulangan di atas instruksi akan dilaksanakan berulang kali selama kondisi bernilai TRUE, jika FALSE maka pengulangan selesai.

Contoh :

Buatlah diagram alur (flowchat) untuk mencetak no urut dari 1 sampai 10.

 

 

str_ulang_04

Bentuk Pengulangan 3:

str_ulang_05

Intruksi ( atau runtunan instruksi) akan dilaksanakan berulang kali sampai kondisi bernilai true, jika kondisi bernilai false maka pengulangan masih terus dilakukan.

Contoh :

Buatlah diagram alur (flowchat) untuk mencetak no urut dari 1 sampai 10.

str_ulang_06

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s